Selasa, 03 November 2009

Teori Kepemimpinan

Pengertian / Definisi
Proses mempengaruhi satu kelompok untuk mengarahkan usaha bersama guna mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditentukan. Seni dan ilmu mempengaruhi orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu.
Salah satu dari sekian banyak definisi tentang Kepemimpinan menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah “ The art of getting things done thought other people “. Dengan demikian derajat kepemimpinan seseorang akan banyak didominasi atau ditentukan sejauh mana penguasaan seseorang pemimpin terhadap segi – segi:
1.Kesadaran terhadap pribadinya sendiri, terhadap orang lain dan situasi.
2.Kesadaran terhadap berbagai macam kesulitan yang dihadapi , presepsi dan komunikasi yang tepat.
3.Kelenturan dan fleksibilitas mental.
4.Kecakapan untuk memecahkan masalah.
5.Kemampuan untuk mengambil keputusan.
6.Kemampuan untuk bekerja.

Beberapa teori tentang kepemimpinan
 Teori Sifat
Berdasarkan teori sifat, keberhasilan seorang pemimpinakan ditentukan oleh dominasi sifat – sifat yang dimiliki yaitu:
1. Kondisi Fisik ( Physical Characteristic )
 Tinggi badan
 Kesehatan
 Bentuk badan
 Berat badan
 Penampilan
 Daya kerja

2. Kepribadian ( Personality )
 Percaya diri ( self confidence )
 Berpengaruh ( Dominance )
 Penuh kemauan, cita – cita
 Kematangan emosi, pengendalian diri
 Tekun ( persistence )

3. Memiliki kemampuan
 Kecerdasan
 Kelancaran berbicara
 Pengetahuan
 Wawasan
 Kepandaian
 Memberikan pertimbangan dan keputusan
 Kemampuan menyesuaikan diri

 Teori Prilaku
Teori prilaku memfokuskan penelitiannya pada dua hal pokok, yaitu:
1.Perilaku pemimpin
2.Penampilan dan kepuasan bawahan
Studi teori perilaku adalah berbagai macam perilaku pemimpin yang menimbulkan pengaruh terhadap penampilan dan rasa kepuasan bawahan.

 Teori Kontigensi
Seorang pemimpin yang baik menurut teori ini harus mampu membawakan perilakunya sesuai dengan situasi, mampu memperlakukan bawahan sesuai dengan kebutuhan dan motif yang berbeda-beda.
Inti dari teori kontingensi atau situasi adalah:
Perilaku pemimpin yang cenderung berbeda-beda dari situasi ke situasi yang lain tergantung kepada tingkat kedewasaan bawahan.

Perilaku-perilaku kepemimpinan:
Direktif : Seorang pemimpin yang cenderung mengutamakan perintah, petunjuk dan pengawasan.
Konsultatif : Perilaku pemimpin yang cenderung bersikap melakukan komunikasi dua arah. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk menyampaikan keluhan dan perasaan.
Partisipatif : Pemimpin makin mendengarkan secara intensif kepada bawahan serta menciptakan komunikasi dua arah yang makin meningkat. Pemimpin turun kebawah bersama bawahan didalam menentukan pengambilan keputusan.
Delegatif : Pemimpin memberikan wewenang kepada bawahan untuk menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan wewenangnya, sebab bawahan dianggap telah memiliki kecakapan dan kepercayaan untuk memikul tanggung jawab.

Kunci Kepemimpinan
Untuk mencapai keberhasilan mempengaruhi orang lain, maka seseorang harus dapat memberikan contoh dan tauladan dalam sikap, perkataan dan perbuatannya terlebih dahulu pada orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam memberikan tauladan kepada seseorang dalam bentuk perkataan lebih baik lagi bila kita menyampaikan alasan yang logis dengan cara simpatik dan tidak menyinggung. Kepemimpinan ini bukanlah sikap yang mampu dicapai dalam sekejap. Kepemimpinan dilakukan secara bertahap, perlahan-lahan, hati-hati dan logis.

Menagapa Kepemimpinan penting?
Karena Kepemimpinan sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Yang bagaimanakah Kepemimpinan yang penting itu?
1.Kepemimpinan adalah kepribadian yang menyebabkan sekelompok orang lain mencotoh dan mengikutinya. Kepemimpinan adalah kepribadian yang memancarkan pengaruh, wibawa sedemikian rupa sehingga sekelompok orang mau melakukan apa yang dikehendakinya.
2.Kepemimpinan adalah seni, kesanggupan atau teknik untuk membuat sekelompok orang mengikuti atau mentaati apa yang dikehendaki membuat mereka antusias atau bersemangat untuk mengikutinya atau bahkan sanggup berkorban.
3.Kepemimpinan merupakan penyebab kegiatan, proses atau kesediaan untuk mengubah pandangan atau sikap sekelompok orang baik dalam organisasi formal maupun informal.
4.Kepemimpinan adalah suatu sarana, alat atau instrumen unruk membuat sekelompok orang mau bekerja sama, berdaya upaya mentaati segala sesuatu untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
5.Kepemimpinan adalah memprodusir dan memancarkan pengaruh terhadap sekelompok orang sehingga bersedia untuk mengubah pikiran, pandangan, sikap dan kepercayaan dll.
6.Kepemimpinan adalah bentuk persuasi ( pendekatan ), suatu seni membina kelompok orang melalui human relation ( hubungan kemanusiaan ) dan motivasi yang tepat, sehingga tanpa rasa takut mereka mau bekerja sama, memahami dan mencapai tujuan organisasi.
Kesimpulan:
Bahwa kepemimpinan sebagai proses menggerakkan atau mempengaruhi orang lain ( sebagai sifat, kemampuan dan penampilan seseorang ).

Syarat kepemimpinan
Seseorang belum dapat disebut pemimpin apabila jiwanya bukan jiwa pemimpin.

Kualifikasi pemimpin
Aktivitas seorang pemimpin pada dasarnya diarahkan demi tercapainya tujuan melalui kelompok ( orang lain ) atau anggota organisasi yang dipimpinnya. Oleh sebab itu pemimpin yang paling baik atau berhasil adalah seseorang yang mampu mempengaruhi bukannya hanya bawahannya melainkan juga rekan dan atasanya.

Tiga macam ciri seseorang yang berjiwa pemmpin.
a.Penglihatan sosial
b.Kecakapan berfikir abstrak.
c.Keseimbangan emosi

Tugas pokok dan fungsi kepemimpinan
a.Merumuskan dan mendefinisikan misi organisasi
b.Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi
c.Mmpertahankan keutuhan organisasi
d.Menyelesaikan konflik.

Tiga macam kelebihan yang dimiliki seseorang yang berjiwa pemimpin.
a.Kelebihan dalam fikiran
b.Kelebihan dalam rohaniah
c.Kelebihan dalam badaniah


Tiga azas utama kepemimpinan adalah:
1.Ing ngarso sung tulodo: Seorang pemimpin harus dapat tampil kedepan untuk memberikan tauladan dan contoh yang baik kepada bawahan, rekan dan atasannya.
2.Ing madya mangun karso: Ditengah-tengah pasukan / bawahannya seorang pemimpin harus dapat memberi semangat dan mengembangkan tekad para pasukannya.
3.Tut wuri handayani: Bila seorang pemimpin berada dibelakang, dia harus dapat memberikan dorongan kepada seorang maupun seluruh pasukan.
Delapan azas lainnya:
4.Takwa kepada Tuhan YME
5.Waspada purba wisesa ( waspada, awas, korektif ). Waspada dan mengawasi serta sanggup dan berani mengoreksi anak buahnya yang keliru.
6.Ambeg Para amarta, dapat memilih dengan tetap mana yang harus didahulukan.
7.Prasaja, tingkah laku yang sederhana, tidak berlebihan.
8.Satya ( setia, dan patuh ) sikap loyal yang timbal balik dari atasan terhadap bawahan, dari bawahan ke atasan, serta kesamping terhadap rekan-rekan.
9.Gemi Nasliti, hemat dan cermat, yaitu kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesutu yang benar-benar diperlukan.
10.Blaka, jujur / terbuka, yaitu kemauan, kerelaan, keberanian untuk mempertanggung jawabkan tindakan-tidakannya.
11.Iklas, kemauan, kerelaan, keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukanya kepada generasi berikutnya.

Fungsi kepemimpinan menjadi pemimpin yang baik
a.Fungsi Perencanaan: Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi dirinya sendiri.
b.Fungsi memandang kedepan: Harus mampu meneropong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap segala kemungkinan.
c.Fungsi pengembangan loyalitas: Pengembangan kesetiaan ini bukan saja oleh pengikut tetapi juga untuk para pemimpin tingkat tinggi, menengah dan rendah didalam organisasi.
d.Fungsipengawasan: Fungsi kepemimpinan yang harus senantiasa meneliti kemajuan pelaksanaan rencana.
e.Fungsi mengambil keputusan: Tidak ada penundaan dalam mengambil keputusan. Bahkan ada yang tidak berani mengambil keputusan, karena hal ini tidak mudah dilakukan.
f.Fungsi memberi hadiah: Selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajin bekerja., dan menunjukan prestasi yang baik terhadap organisasi yang dipimpinnya.
g.Fungsi menjalankan tugas: Seorang pemimpin harus dapat menjalakan tugasnya dengan baik, selain itu dia harus dapat menguasai / menjalankan apa yang menjadi tugas bawahannya.
h.Fungsi pemeliharaan: Seorang pemimpin harus dapat memelihara komunikasi yang baik dengan bawahan, rekan maupun atasannya.

Prinsip Astabrata
Prinsip astabrata adalah prinsip yang dianut oleh Presiden RI ke II, Soeharto.
Asta = Delapan
Brata = Pokok-pokok kepemimpinan
Astabrata = Delapan pokok kepemimpinan

Prinsip astabrata antara lain:
Sifat bumi: Selalu bederma, memberi penghargaan kepada orang lain, rela berkorban termasuk dirinya sendiri.
Sifat Air: Pemaaf, membuat senang orang lain, tidak mudah tersinggung, segera pulih kembali setelah mengalami hal yang tidak menyenangkan.
Sifat Api: Menindak tegassemua orang yang berbuat salah tanpa pandang bulu, dapat sabar dan marah tanpa terlihat.
Sifat Angin: Tidak pernah berhenti meneliti, memperhatikan manusia, dapat menjelma menjadi besar dan kecil, jalannya tanpa batas, pamrihnya tidak dapat ditandai, kalau ditolak tidak marah, kalu terkena tidak tersinggung. Seorang pemimpin dapat menjadi besar bila dia sedang memimpin dalam menghadapi suatu masalah, dan menjadi kecil artinya dia menjadi sesama ( sederajat ) dengan bawahannya.
Sifat Matahari: Tidak terburu-buru dalam mengambil suatu tindakan, merendah dalam tutur bahasa, tidak tergesa-gesa dalam memperoleh sesuatu, selalu berhati-hati, bisa membujuk dan merayu agar mudah dalam menguasai.
Sifat Bulan: Dapat membuat gembira semua orang, manis senyumnya halus budinya, dan dapat memberi kegembiraan kepada seisi jagad.
Sifat Bintang: Tegas, tidak mudah tergoda, tidak gentar menghadapi cobaan, percaya diri, terus terang dan tidak menutup-nutupi.
Sifat Mendung: Adil dalam menggunakan kekuasaan, memberi hadiah bagi yang berjasa dan menghukum yang salah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar